Selasa, 02 April 2013

Ni Putut & Ki Putut (Naskah Drama)



NI PUTUT Dan KI PUTUT
: sepasang orang-orangan sawah yang datang dari negeri dongeng untuk membantu anak-anak menjaga sawah
PANGGUNG GELAP
MUSIK RANCAK, LAMPU PERLAHAN MENYALA
DUA ANAK JOKO DAN TINI, MEREKA KAKAK-ADIK  YANG DITUGASKAN ORANG TUA MEREKA UNTUK MENJAGA SAWAH, MEREKA MENJAGA SAMBIL BERMAIN-MAIN, TERLIHAT MEREKA SANGAT ASYIK
Joko       : kau cukup gesit juga ya tin?
Tini        : ah, tidak! Mas joko saja yang lamban! Weeekkk….
Joko       : aku kejar lagi kau tin!
Tini        : coba saja kalau bisa! Weeeekkkk….
JOKO MENGEJAR, TINI CUKUP GESIT MENHINDARI KEJARAN JOKO, JOKO PUN  LELAH
Joko       : (kelelahan) sudah dulu tin main-mainnya!
Tini        : ah… mas joko payaaahhh! Tini masih mau main, mas!
Joko       : cukup tin! main-main sih boleh biar ga bosan tapi jangan terlalu sering! (menghela napasnya) Sekarang kita harus fokus menjaga sawah kita dari serbuan segala hama-hama termasuk hama tikus yang sekarang sedang merebak!
Tini        :  kenapa kalau kita menjaga sambil main-main?
Joko       : karena kalau kita main-main, kita jadi lengah! Kalau kita lengah nanti hama-hama itu dengan mudah menghabiskan padi kita
Tini        : memang kenapa kalau hama-hama itu memakan padi kita? Mereka kan juga mencari makan?
Joko       : iya aku tahu itu, tin! Tapi mereka bisa merusak padi kita! Kalau rusak kita akan gagal panen! Kalau gagal panen, kita mau makan apa? Bapak-emak kita sudah susah payah menanamnya, masa kita yang hanya ditugasi menjaganya saja malah membiarkan padi kita dihabisi hama-hama itu seenaknya?
Tini        :  bukankah mereka ditakdirkan seperti itu, mas? Jadi mereka tidak salah kan?
Joko       : iya Dan kita ditakdirkan untuk membasmi mereka! Kalau kita membiarkan mereka merusak padi kita, artinya kita yang bersalah! Kita sudah melawan takdir! (memandang lembut tini) tini, adikku sayang! Sudah, kita jangan berdebat ya! Jangan sampai karena debat ini, lantas kita melupakan tugas utama kita! tugas yang diamanatkan orang tua kita untuk menjaga sawah! kita harus menjalankan tugas ini dengan baik!
MUSIK MENCEKAM TIBA-TIBA, LAMPU PANGGUNG KELAP-KELAP
Tini        : suara apa itu, mas?
Joko       : (melihat kesuatu arah) gawat! Tikus tikus sawah mulai menyerbu sawah kita, tin!

Kawanan Tikus : (menyanyi)
Kami tikus tikus tak pernah kenal lelah
Gesit pun lincah curi padi di sawah
Kami tikus tikus tak pernah kenal galau
Pandai tipu menipu tanpa malu malu
Kami tikus tikus tak pernah kenal kenyang
Demi perut apapun kami kan ganyang
Kami tikus tikus tak pernah kenal takut
Tak ada lawan yang tak kan  huuuhh... mengkerut

Tak kenal takut
Tak kenal lelah
Tak kenal galau
Tak kenal kenyang
Tak kenal takut, tak kenal lelah, tak kenal kenyang, tak galau, tak kenal, tak kenal, tak kenal....

TIKUS_TIKUS SAWAH MENYERBU, SEMUANYA JADI RIUH, JOKO DAN TINI PANIK, MEREKA BERDUA SIBUK MENGHALAU TAPI TIDAK BERHASIL, MESKI UKURAN TUBUHNYA KECIL, TIKUS_TIKUS SAWAH TERLALU BANYAK DAN GESIT. MEREKA  BEGITU LAPAR, KARENA LAPAR MEREKA JADI GANAS. JOKO DAN TINI KETAKUTAN DAN NAIK KE TEMPAT YANG LEBIH TINGGI.
Joko       : Pergi kalian! jangan makan padi kami! Huuuussshhh… (memeberanikan diri turun dari tempat aman untuk mencoba menghalau dengan alat seadanya tapi tikus-tikus semakin banyak dan ganas) pergi kalian! huuusshh… huuusssshh… enyah dari sawah kami! Enyaaahhh…..
JOKO KALAP MENGUSIR TIKUS_TIKUS, SEMENTARA TINI MASIH KETAKUTAN DITEMPATNYA. KEMUDIAN MEMBERANIKAN DIRI UNTUK MENARIK JOKO KEMBALI KETEMPAT YANG LEBIH AMAN.
Tini        : sudah mas, mereka terlalu banyak Dan ganas! Kita hanya berdua! Sawah kita pun terlalu luas dan Tenaga kita tidak cukup untuk menjaganya.
Joko       : tapi mereka telah memakan padi kita! Ini tidak buisa dibiarkan tin! Padi sumber kehidupan kita, tin! Kita bisa tumbuh besar karena padi tin! Padi ini adalah hak kita! Maka kita wajib mempertahankannya! Aku tidak boleh tinggal diam menyaksikan padi kita diambil seenaknya! Aku akan tetap melawannya! (berusaha pergi lagi, tapi digandoli tini)
Tini        : kita tidak bisa sendirian mas! Kita butuh pertolongan!
Joko       : pertolongan? Kamu mau minta tolong pada siapa? Disini hanya ada kita berdua tin! Lagi pula siapa yang mau membantu kita? Anak-anak yang lain juga pasti sedang sibuk mengusir hama-hama yang menyerbu sawah-sawah mereka!
Tini        : siapa bilang hanya kita berdua! (menunjuk orang-orangan sawah) Ada ni putut Dan ki putut yang akan menolong kita!
Joko       : mereka hanya orang-orangan sawah! Benda mati bisa apa? Sedang kita yang hidup saja keteteran mengatasi tikus rakus itu!
Tini        : apa mas joko lupa, setiap mau tidur, bapak selalu mendongengi kita dengan cerita ni putut Dan ki putut? mereka sepasang orang-orangan sawah yang disusupi roh baik yang akan membantu anak-anak menjaga sawah! Mereka akan hadir kalau kita minta!
Joko       : iya, aku tahu, tapi itukan hanya dongeng, tin! Mana ada mereka di kehidupan nyata!
Tini        : bisa saja, mas! Mas joko ingat kata wak guru, “kehidupan adalah dongeng yang paling nyata” iya kan mas! Dan Apa salahnya kalau kita mencobanya!
Joko       : terserah kau tin! Aku tetap tidak percaya! yang kita butuhkan sekarang adalah tindakan nyata bukan angan-angan! Aku tidak mau terjebak pada angan-angan tidak masuk akalmu itu! Aku akan mengusir tikus-tikus itu dengan usahaku sendiri! paling tidak ini adalah tindakan paling nyata yang bisa kuperbuat! (meloncat kembali mengusir tikus) tikus rakus! Pergi kalian! pergiiiiiiiiii………..
SEMENTARA JOKO SIBUK MENGUSIR TIKUS, TINI TETAP DITEMPATNYA MENGUCAPKAN MANTRA-MANTRA UNTUK MEMANGGIL NI PUTUT DAN KI PUTUT. JOKO TAMPAK KELELAHAN MENGATASI TIKUS-TIKUS SAWAH ITU.
TERNYATA BENAR, ORANG-ORANGAN SAWAH YANG SEMULA TERLIHAT MEMATUNG DI PANGGUNG MULAI BERGERAK PERLAHAN DAN SEMAKIN CEPAT. ORANG-ORANGAN SAWAH ITU KEMUDIAN MENGUSIR TIKUS SAWAH ITU. HASILNYA SEKALI DUA KALI KIBASAN TANGAN, ORANG-ORANGAN SAWAH ITU BERHASIL MENGUSIR KAWANAN TIKUS ITU PERGI. SETELAH SEMUANYA BERES SEPASANG ORANG-ORANGAN SAWAH ITU KEMBAI MEMATUNG. ROH BAIK TELAH KELUAR DARI SUSUNAN KAYU MEYERUPAI MANUSIA TUA ITU.
Joko       : (tertegun) ini bukan mimpi kan, tin? ini bukan dongeng kan tin? Mereka nyata? Ni putut…. Ki putut………..
Tini        : (tersenyum Dan mengangguk perlahan, lalu mengalihkan pandangannya ke ni putut Dan ki putut) Terimakasih ni putut, ki putut telah membantu kakakku mengusir tikus-tikus itu dari sawah kami.
Joko       : (kegirangan) tini! Aku senang sekali tin tikus-tikus itu telah pergi! Sawah kita bebas dari tikus-tikus yang merusak padi kita! Padi kita akan tumbuh subur! Kita akan panen besar, tin! bapak dan emak pasti senang!
Tini        : iya mas, tapi jangan lupa bersyukur pada Tuhan Dan berterimakasih pada ni putut Dan ki putut yang telah membantu mas joko mengusir kawanan tikus sawah itu!
Joko       : iya… iya tin! (menghampiri  orang-orangan sawah) terima kasih ni putut! Terimakasih ki putut! Terimakasih…. (ke tini) tin, terimakasih padamu, kamu telah berdoa kepada Tuhan sehingga dua orang-orangan sawah itu hadir menolong kita! Aku sadar bahwa usaha tanpa doa tidak ada apa-apanya! (memeluk dengan penuh kasih tini adiknya)
Tini        : iya, mas! Doa yang tini ucapkan pun tanpa usaha mas joko yang gigih juga tidak ada apa-apanya, mas! Tuhan hanya akan menolong hambanya yang mau gigih berusaha, mas! Ni putut Dan Ki putut ini adalah bentuk pertolonganNYA.
Joko       : (melepas pelukannya) baiklah tini adikku! Mari kita kabarkan kepada teman-teman kita yang lain, anak-anak penjaga sawah lainnya! Bahwa hari ini Tuhan telah menghadirkan ni putut Dan ki putut, sepasang orang-orangan sawah yang datang dari negeri dongeng telah berhasil mengusir tikus-tikus minggat dari sawah kita
LAMPU PADAM MUSIK RANCAK
PERLAHAN NYALA KEMBALI.
ANAK-ANAK YANG LAIN MASUK MEMBAWA PATUNG NI PUTUT DAN KI PUTUT, MEMAINKANNYA SAMBIL BERNYANYI
Anak-anak          : kami anak anak yang lahir dari rahim dongeng bapak-emak kami sebelum tidur, maka jangan kaget jika mereka yang datang dari negeri dongeng hadir disini membantu kami. “Kehidupan adalah dongeng paling nyata” kata wak guru, “kalau begitu dongeng juga adalah kehidupan paling fiksi” kehidupan Dan dongeng tidak bisa dipisahkan, dongeng Dan kehidupan bukan suatu dikotomi yang harus dibedakan, dongeng Dan kehidupan adalah satu kesatuan. ini adalah kehidupan dongeng, ini adalah dongeng kehidupan. Jangan pisahkan! Jangan putus dongeng dari kehidupan anak-anak! Kami ingin dongeng tetap hidup di kehidupan kami! hantarkan kami tumbuh dewasa!
MUSIK RANCAK LAMPU PADAM KEMBALI
SELESAI
“Pertolongan Tuhan pasti datang meski kadang tak terduga & tak masuk akal”
Wahyu subekti
Pandanrejo, 18 Maret 2013
Untuk adik-adikku yang menerbangkan mimpinya ke langit biru.


Festival Teater SMP Bulan Bahasa & Sastra Universitas Negeri Malang


Juara FT SMP 2012


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM)
HMJ SASTRA INDONESIA FS
Jalan Simpang Bogor 31, Malang 65145
Telepon/Fax: 0341-567475, 551312 Pesawat 235
Laman: www.um.ac.id

BERITA ACARA

Tentang
Festival Teater Tingkat SMP/MTs ke- II dalam Serangkaian Acara
Bulan Bahasa dan Sastra 2012
Universitas Negeri Malang

Pada hari Rabu—Minggu, tanggal 19 —21 Oktober 2012, pukul 08.00—15.00 WIB telah diadakan Festival Teater Tingkat SMP/MTs ke-II Universitas Negeri Malang (UM), HMJ Sastra Indonesia FS. Perlombaan bertempat di Laboratorium Drama, gedung E6 lantai 2 UM.
Panitia melaporkan beberapa hal terkait perlombaan pada hari ini, yaitu :
jumlah peserta : 18 Tim ( sekolah)
hasil pemenang :
Juara Umum : SMP Negeri 1 Donomulyo
Runner Up 1 dan 2 :

1. SMP Negeri 2 Donomulyo
2. SMP Negeri 2 Pasuruan
.
Tiga Aktris Terbaik :
 Margareta Ovitenasia Dewi
sebagai Mbok Rondo Dadapan (SMP Negeri 1 Donomulyo)
 Indah Aqnaita T.Y.Z.
sebagai Ayam Cinde (SMP Negeri 2 Pasuruan)
 Xevna De Elshinta Arelsya R.
sebagai Yuyu Kangkang (SMP Ar-Rohmah Putri)

Tiga Aktor Terbaik :
 Si gendut
sebagai ……(SMP Negeri 4 Malang)
 Shah Rizal Nofian Hadi
sebagai Yuyu Kangkang (SMP Negeri 1 Donomulyo)
 Agung Setiaji
sebagai Dalang 2 (SMP Negeri 2 Donomulyo)

Tiga Penata Musik Terbaik :
 SMP Negeri 2 Donomulyo
 SMP Negeri 1Donomulyo
 SMP Laboratorium UM

Tiga Penata Artistik Terbaik :
 SMP Negeri 4 Malang
 SMP Negeri 1Donomulyo
 SMP Negeri 2 Pasuruan

Tiga Sutradara Terbaik :
 Wahyu Subekti (SMP Negeri 1Donomulyo)
 Drs. Agus Winarno (SMP Negeri 2 Donomulyo)
 Yanti Karunia Lestari (SMP Negeri 13 Malang)

Tiga Naskah Terbaik :
 Drs. Agus Winarno (SMP Negeri 2 Donomulyo)
 Wahyu Subekti (SMP Negeri 1Donomulyo)
 Januari Kristiyanti (SMP Brawijaya Smart School)

Demikian berita acara ini dibuat untuk dapat digunakan seperlunya.



Malang, 21 Oktober 2012
Mengetahui,

Juri 1 Juri 2 Juri 3




Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn Dohir Herlianto, S.S Mochammad Zainy L,S.S.


sumber : http://hmjsasindoum.blogspot.com/2012/10/juara-ft-smp-2012.html

Senin, 01 Oktober 2012

Catatan Kecil Buat Mentari



Mentari, pertemuan kita, tidak ada perhitungan. tanpa alasan atas nama cinta & benar-benar membebaskan, tanpa diminta, tanpa disuruh, tanpa perhitungan.

Sesosok bayangan menggiringku kembali ke waktu ketika pertemuanku dengan mentari sebulan lalu, ketika aku masih lelap, nyenyak dalam tidur panjangku malam itu, ia menerobos kaca jendela kamarku, sontak membuatku tersentak, mentari yang datang begitu saja, disini. tanpa disangka, tanpa alasan tiba-tiba hadir, apa tujuannya ia datang & kenapa tak aku tolak saja kehadirannya? bagaimana mungkin aku menerima kehadiran apapun itu tanpa tujuan yang jelas? Kenapa kehadirannya seakan memaksaku untuk bilang “hadirlah, nyalalah disini!” tetapi aku mensyukuri Tuhan telah mempertemukan kita, aku dan kamu, mentari! meski aku tak cukup paham apa tujuan-Nya, atau mungkin itulah cara Tuhan sayang padaku yang mengirimkan cahaya setelah berbulan-bulan disini segalanya menjadi gelap.
Tanpa disadari sudah berhari-hari aku mencoba mencari jawaban, sudah berpuluh senja aku berpeluh mencoba memecahkan teka-teki yang disodorkan-Nya padaku hingga beratus tanya dengan ritus-ritus yang kuciptakan sendiri untuk menguak misteri ajaib yang terjadi.
Kamu menjawab renunganku senja itu “biarkan ini menjadi pertanyaan dan waktu akan menjawab”
“Mentari, jika kita dipertemukan untuk berpisah, apakah aku akan takut apakah kau juga begitu?”   
Aku melihat guratan misteri pada garis-garis senyum yang kamu sunggingkan, dan seperti biasa aku tak cukup pandai menebak sebuah teka-teki, tak cukup pintar menguak misteri
“ah, kenapa kamu hanya tersenyum, mentari? apa kamu tidak mengerti bahwa aku yang terlalu bodoh untuk memahami maksudmu atau kamu mengerti tapi sengaja kamu biarkan aku terjebak dalam ketidakmengertian, mentari! Kamu adalah misteri ajaib yang sulit kutemukan jawabannya”
Kembali hanya kudapatkan senyummu lagi.

mega
me.ga [n] awan (di langit): angin bertiup, -- berarak
sukma
suk.ma [n] jiwa; nyawa
mentari
men.ta.ri [kl n] matahari

Aku melihat mega-mega yang berarak di langit senja itu, aku melihat juga kamu muncul dari baliknya, kamu datangiku dan sepontan aku menyambutmu dengan uluran tangan, kau jawab uluran tanganku dengan genggaman yang begitu erat. Aku jadi kaku. Sesosok bayangan itu kembali hadir mempengaruhiku untuk segera mengucap janji: mentari, aku tak akan melepaskan tanganmu sebelum kamu melepaskan tanganku dari genggaman kita!

Ah, misteri apa ini? siapa sesosok bayangan itu? dan siapa sebenarnya kamu, mentari? dari mana asalmu?" kutatap wajahmu lalu kulangi pertanyaanku “Sebenarnya siapa kamu? Dari mana asalmu?”
Tak ada jawaban yang keluar dari mulutmu, Kamu hanya menunjuk ke langit, menyuruhku melihat mega-mega  yang berarak.
“Kamu kah mentari yang datang dari balik mega-mega? Atau kamu sendirilah mega-mega itu? atau mega-mega dan mentari adalah satu kesatuan? Dan sukmalah menjadi menjadi jembatan keduanya yang menjadikan keduanya hidup? Jika benar begitu, aku tak perlu takut kehilanganmu, mentari!”
Kamu ajak aku mengembara ke hutan, lalu menyelam ke lautan, lalu kamu menyuruhku mengikuti irama langkahmu menuju padang ilalang, kamu dorong aku untuk mendaki gunung, berteriak dipinggir jurang, merenung dalam goa, dan mengakhiri petualangan kita di pantai memandang senja.
Sejenak kemudian kamu melepaskan genggaman tanganku, kembali kebalik mega-mega, kamu menyuruhku untuk menirukan nyanyianmu

Mentari menyala disini
Di sini di dalam hatiku
Gemuruhnya
nyala di sini
Di sini di urat
darahku

Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar duri di sekitarku
Tak satupun yang sanggup menghalangiku
Menyala di dalam hatiku

Hari ini hari milikku
Juga esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap menyala
Di sini di dalam hatiku… *)

Terakhir aku dengar kau berucap "menantilah diakhir waktu aku akan menemuimu, memegang tanganmu dengan erat, rasakan aku selalu ada di hatimu!" 
Dengan nyanyian itu aku mengiringi kamu kembali kebalik mega-mega senja itu. hingga tak terlihat lagi dan mega-mega yang berarak menjelma menjadi langit gelap.
“Mentari, aku tak takut kehilanganmu, karena dengan cara itu aku bisa mencintaimu dengan bahagia! jika kelak kamu tidak lagi muncul dari balik mega-mega dan hadir menyambut uluran tanganku, aku tak perlu risau karena sukmamu nyata menggenggam tanganku erat sekali dan nyala disini: dihatiku menjadi abadi”

*) lagu Mentari karya Iwan Abdurrahman